Agentic AI → OpenClaw, Hermes & Bisnis Kita
Fundamental Autonomous AI Agent & Studi Kasus Penerapannya
Materi · Verified Draft

Agentic AI, OpenClaw, Hermes,
dan yang Mereka Bisa Lakukan di Bisnis Kita

Fundamental Autonomous AI Agent dan bedah tugas apa saja yang bisa diterapkan untuk jadi asisten pribadi kita atau bisnis kita.

Materi Dasar
Bab 1–5
Studi Kasus: Bisnis Buku
Foto Presenter
Aiman Baraja
AI Enthusiast & Konsultan Teknologi
CEO PT. Nex Media Teknotama
1AI Agent
2OpenClaw, Hermes & Paperclip
3Instalasi
4Use Case
5Live Simulation
Agenda

Sepuluh Bagian, Dari Konsep Sampai Rencana Lanjutan

Dimulai dari memahami apa itu AI Agent, mengenal OpenClaw & Hermes, tahu di mana mereka bisa "hidup", cara instalasi, ragam use case, konfigurasi, koneksi ke Telegram, cara memberi kerja lewat prompt/skill/cron/delegate/kanban, sampai simulasi langsung.

01
AI Agent: Apa, Kenapa, KapanDefinisi dasar & kapan sebuah tugas cocok diserahkan ke AI Agent
Konsep
02
OpenClaw, Hermes & PaperclipPersamaan, perbedaan peran, dan kapan pakai yang mana
Konsep
03
Ruang Hidup AgentDi server mana, lewat channel apa mereka berjalan
Konsep
04
VPS vs Apps JadiPilih cara instalasi yang paling cocok
Praktik
05
Use Case MenarikRagam tugas personal & bisnis yang bisa diserahkan
Konsep
06
Konfigurasi Hermes AgentMenyiapkan provider AI & pengaturan dasar
Praktik
07
Aktifkan Telegram BotMenghubungkan Hermes supaya bisa diajak chat via Telegram
Praktik
08
Prompt, Skill, Cron, Delegate & KanbanRagam cara memberi kerja ke Hermes, dari sekali jalan sampai papan kerja permanen
Konsep
09
Live SimulationMelihat & mencoba langsung Hermes Agent bekerja
Praktik
10
EndingRangkuman & rencana integrasi AI ke bisnis di sesi berikutnya
Konsep
01
Bab 01

AI Agent: Apa, Kenapa, dan Kapan Digunakan

Sebelum masuk ke OpenClaw dan Hermes, kita samakan dulu pemahaman soal apa sebenarnya "AI Agent" itu — supaya jelas kenapa alat ini berbeda dari sekadar chatbot, dan kapan sebaiknya dipakai.

Ilustrasi Bab 01
Bab 01 lanjutan

Definisi AI Agent

AI Agent adalah tool / aplikasi AI yang terus berjalan — bukan cuma menunggu satu pertanyaan lalu selesai. Kita beri perintah, dan ia sendiri yang memutuskan aksi-aksi apa saja yang perlu dilakukan, dengan satu tujuan: mengerjakan perintah kita sampai selesai.

1
Terus berjalan (persisten)

Tidak seperti chatbot yang selesai begitu dijawab, AI Agent tetap "hidup" di latar belakang menunggu tugas berikutnya.

2
Bisa memutuskan aksi sendiri

Ia merencanakan langkah — cari info, buka file, kirim pesan, jalankan perintah — tanpa perlu dituntun satu-satu.

3
Tujuannya: selesai, bukan sekadar jawab

Fokusnya menuntaskan perintah kita sampai hasil akhir tercapai, bukan cuma memberi satu balasan teks.

Bedanya dengan Chatbot Biasa

Chatbot: kita tanya → ia jawab → selesai. Kita yang harus menindaklanjuti sendiri.
AI Agent: kita perintah → ia rencanakan langkah → ia jalankan aksinya sendiri → ia laporkan hasilnya.
Kapan cocok dipakai

Untuk tugas berulang, tugas yang butuh beberapa langkah, atau tugas yang perlu dipantau terus-menerus — bukan untuk pertanyaan sekali jawab.

02
Bab 02

OpenClaw dan Hermes, Apa Bedanya dan Fitur Utama Keduanya?

Tiga nama yang sering muncul berdampingan di dunia AI Agent pribadi: Hermes Agent, OpenClaw, dan Paperclip. Sekilas terasa mirip, tapi peran ketiganya di balik layar sebenarnya berbeda — bukan cuma soal instalasi dan tampilan.

Ilustrasi Bab 02
Bab 02 lanjutan

Persamaan Dulu, Baru Bedanya

✓
Sama-sama open-source

Ketiganya bisa di-self-host di VPS milik sendiri, tanpa biaya lisensi.

✓
Model-agnostic

Bisa dipasangkan dengan model bahasa (LLM) apa pun supaya jadi AI agent yang benar-benar bekerja — tool-use, otomasi.

✓
Cocok untuk infrastruktur sendiri

Kontrol penuh atas biaya dan data karena dijalankan di server milik kita sendiri.

Hermes AgentOpenClawPaperclip
PeranSingle-agent runtime (worker)Gateway personal assistantOrchestrator multi-agent
FokusProses server-side, ringan, scriptableTerhubung ke banyak channel chat (WA, Telegram, Slack, dll)Mengatur beberapa agent yang saling delegasi tugas
BentukHeadless daemon / CLI / HTTP API (port 8642)Node.js gateway (npm/pnpm/bun)Layer di atas — memanggil Hermes Agent sebagai "pekerja"
Kebutuhan resourceRingan (4GB RAM cukup buat model kecil)Lebih berat (disarankan 8GB+)Tergantung jumlah agent yang dijalankan
ModelModel-agnostic (Hermes 3/4, OpenRouter, dll)Bebas pilih (Claude, OpenAI, model lokal)Biasanya kombinasi model besar (planner) + kecil (worker)
Bab 02 lanjutan

Kapan Pakai yang Mana

Hermes Agent

Kalau cuma butuh satu bot/agent simpel yang jalan di VPS lewat SSH atau API — tidak butuh UI chat.

OpenClaw

Kalau butuh asisten personal yang bisa diakses dari WhatsApp, Telegram, Slack, dan channel lain sekaligus.

Paperclip

Kalau butuh banyak agent kerja bareng (tim AI), dengan Hermes Agent sebagai salah satu worker-nya.

Intinya: Hermes Agent = 1 pekerja, OpenClaw = pintu masuk multi-channel, Paperclip = manajer tim agent.
Catatan keamanan: ketiganya open-source dan populer — artinya juga jadi sorotan riset keamanan. Selalu pasang di server yang dilindungi, update berkala, dan hanya instal skill/plugin dari sumber terpercaya.
03
Bab 03

Ruang Hidup OpenClaw / Hermes AI Agent

Karena sifatnya "terus berjalan", AI Agent butuh tempat tinggal yang juga terus menyala — dan pintu masuk supaya kita bisa mengajaknya bicara kapan saja.

Ilustrasi Bab 03
Bab 03 lanjutan

Di Mana Agent Ini "Hidup", dan Lewat Apa Kita Mengaksesnya

Ada dua hal yang perlu dibedakan: tempat agent berjalan (server), dan pintu masuk untuk kita mengobrol dengannya (channel).

Server
VPS / Cloud
→
Proses
Gateway Aktif 24/7
→
Channel
Telegram / WA / Slack
→
Kita
Chat Kapan Saja
↑
Dashboard admin untuk konfigurasi & pantau status

Tempat Agent Berjalan

  • VPS / cloud server (paling umum, jalan 24/7)
  • Layanan managed seperti Railway (sekali klik deploy)
  • Laptop / HP pribadi lewat Docker atau Termux (untuk coba-coba)

Channel Komunikasi

  • Telegram — paling cepat disiapkan
  • WhatsApp, Discord, Slack, Email
  • Dashboard web untuk konfigurasi & pantau log
Perlu hati-hati: agent yang aktif 24/7 dan terhubung ke banyak channel juga berarti permukaan serangan lebih besar — pastikan server dan akses admin dikunci, dan hanya user/nomor yang di-approve yang boleh mengobrol dengan agent kita.
04
Bab 04

Install Hermes di VPS vs Apps Jadi, Pilih Mana?

Ada dua jalan utama untuk mulai memakai Hermes Agent: pasang sendiri di VPS, atau pakai Hermes Pods lewat Sumopod.com (container service sekali-aktifkan). Masing-masing punya trade-off yang beda.

Ilustrasi Bab 04
Bab 04 lanjutan

Dua Cara Instalasi

Hermes Agent gratis & open-source — tidak ada biaya lisensi. Bedanya hanya di jalur untuk mulai memakainya.

Install di VPS

1
Langganan VPS

Mulai dari Rp60.000/bulan.

2
Install Hermes (atau OpenClaw)

Setup manual lewat terminal/SSH di server sendiri.

3
Konfigurasi Hermes seperti biasa

Provider AI, channel, dan pengaturan dasar lewat dashboard admin.

Apps Jadi — Sumopod.com Hermes Container

1
Langganan minimal Rp10.000/bulan

Cocok buat coba pertama kali.

2
App tinggal diaktifkan

Tidak perlu instalasi — tinggal nyalakan lewat Sumopod.com > Apps > Hermes.

3
Tetap butuh konfigurasi Hermes seperti biasa

Provider AI, channel, dan pengaturan dasar tetap dilakukan seperti di VPS.

Bab 04 lanjutan

Perbandingan Biaya: VPS vs Hermes Pods

Sumopod Container Service (Hermes Pods) dirancang supaya lebih murah dan cepat untuk mulai, sementara VPS tetap jadi pilihan untuk penggunaan yang lebih serius.

AspekVPS (Self-Host)Hermes Pods (Sumopod Container Service)
BiayaLebih mahal, mulai dari Rp60.000/bulanLebih murah, mulai dari Rp10.000/bulan
StorageDedicated — sesuai spesifikasi VPS yang dibeliShared — kapasitas tidak tetap (tergantung jumlah pengguna), tapi untuk sementara bisa sangat besar
Biaya AISama di kedua jalur — tetap ditambah biaya pemakaian AI/API model yang dipakai
Kebebasan konfigurasiLebih bebas — cocok untuk yang sudah terbiasa dengan VPSMasih bebas, tapi tak sebebas VPS — perlu setting tambahan (umumnya tidak diperlukan untuk kebanyakan pengguna Hermes)
Paling cocok untukPenggunaan serius, server bisnis yang butuh pengembangan berkelanjutanPercobaan pertama Hermes Agent AI, baik untuk personal maupun bisnis
Rekomendasi sederhana: baru mulai & ingin coba dulu → pilih Hermes Pods di Sumopod.com. Sudah nyaman dengan server & butuh kendali penuh untuk pengembangan jangka panjang → pilih VPS.
05
Bab 05

Berbagai User Cases Menarik Agentic AI

Dari asisten pribadi sehari-hari sampai operasional bisnis — berikut beberapa contoh tugas nyata yang sudah banyak dijalankan lewat Agentic AI seperti OpenClaw & Hermes.

Ilustrasi Bab 05
Bab 05 lanjutan

Use Case Marketing & Operasional Bisnis

Beberapa contoh tugas marketing dan operasional yang bisa langsung diserahkan ke Agentic AI — dijalankan terus-menerus, bukan sekali kerja lalu selesai.

🗓️Buat daftar konten marketing

Susun content calendar mingguan/bulanan — tema, format, dan jadwal tayang untuk tiap channel.

📢Publish berkala di channel marketing

Auto-posting terjadwal ke Facebook, Instagram, dapetide.com, dan channel lain sesuai kalender konten.

🔍Riset produk yang jalan terus

Pantau tren produk & permintaan pasar secara berkelanjutan — bukan riset sekali lalu berhenti.

🕵️Riset konten marketing kompetitor

Kumpulkan & rangkum strategi konten kompetitor secara berkala, tanpa perlu dicek manual satu-satu.

📈Pelajari kinerja tim internal

Rangkum progres & kinerja tim, lalu kirim hasilnya sebagai laporan tiap minggu.

🧩Kaji masalah bisnis & solusi

Identifikasi masalah-masalah yang berulang di bisnis kita, kumpulkan koleksi solusinya tiap minggu.

💰Rekap keuangan berkala

Ringkas pemasukan, pengeluaran, dan arus kas jadi laporan mingguan yang mudah dibaca.

💬Pantau & balas ulasan pelanggan

Pantau review/DM di berbagai platform, balas otomatis untuk pertanyaan umum, eskalasi yang sensitif ke tim.

Intinya: makin rutin, makin bisa dipola, dan makin butuh dipantau terus-menerus — sebuah tugas makin cocok diserahkan ke AI Agent seperti OpenClaw atau Hermes. Daftar ini masih bisa terus ditambah sesuai kebutuhan bisnis masing-masing.
06
Bab 06

Instalasi, Aktivasi, dan Konfigurasi Hermes Agent

Kita akan lihat bedanya: tahapan instalasi di VPS vs aktivasi di Hermes Pods Sumopod (lebih mudah dan disarankan untuk percobaan awal). Untuk live simulasi kita nanti, kita akan pakai Hermes Pods dari Sumopod — bisa langsung konfigurasi tanpa install.

Ilustrasi Bab 06
Bab 06 lanjutan

Instalasi Hermes di VPS

1
Langganan VPS dulu

Siapkan server VPS yang masih kosong (belum ada Hermes Agent).

2
Login ke server VPS

Gunakan username & password VPS untuk masuk ke server kita.

3
Install Hermes Agent

Buka hermes-agent.nousresearch.com untuk lihat cara install — cukup satu baris perintah di terminal (lihat panel di samping).

4
Konfigurasi

Ada beberapa pengaturan supaya Hermes bisa dijalankan via Telegram — dibahas di bab berikutnya.

Install Hermes Agent (VPS)

curl -fsSL https://hermes-agent.nousresearch.com/install.sh | bash

Panduan lengkap ada di hermes-agent.nousresearch.com. Tahap instalasi ini tidak perlu dilakukan kalau kita berlangganan Hermes Pods di Sumopod — app tinggal diaktifkan.
Untuk live simulasi kita: kita akan pakai Hermes Pods dari Sumopod — bisa langsung konfigurasi tanpa instalasi sama sekali.
Bab 06 lanjutan

Memilih Model AI yang Akan Dipakai Hermes

Hermes bersifat model-agnostic — bisa disambungkan ke berbagai model AI. Cara memilihnya beda tergantung jalur instalasi yang kita pakai.

1
Bebas pilih model

Hermes 3/4, model dari OpenRouter, atau provider lain — tinggal sesuaikan kebutuhan & budget.

2
Di VPS

Model diatur lewat file konfigurasi / environment variable di server — perlu edit manual sebelum Hermes dijalankan.

3
Di Hermes Pods Sumopod

Jauh lebih praktis — tinggal buka dashboard Hermes, pilih model dari daftar yang tersedia, tanpa perlu edit config manual sama sekali.

Lewat Dashboard Hermes (Sumopod)

Setelah Hermes Pods aktif, masuk ke dashboard-nya → menu pemilihan model sudah tersedia langsung di situ.

Langkahnya

Buka dashboard Hermes → pilih model dari dropdown/daftar → simpan → Hermes langsung memakai model tersebut untuk sesi berikutnya.

Untuk live simulasi kita: pemilihan model dilakukan langsung dari dashboard Hermes Pods Sumopod — tidak perlu sentuh terminal atau file konfigurasi apa pun.
07
Bab 07

Konfigurasi Telegram: Channel Pertama Komunikasi dengan Hermes

Lewat Telegram, kita bisa mengobrol dan memberi perintah ke Hermes tanpa harus masuk ke terminal di server atau pods — cukup chat seperti biasa, dan Hermes yang bekerja di baliknya.

Ilustrasi Bab 07
Bab 07 lanjutan

Dari Terminal ke Obrolan Telegram Biasa

Semua yang tadinya cuma bisa dilihat & dijalankan lewat terminal server, sekarang cukup diakses lewat chat Telegram — dari HP maupun laptop, kapan saja.

Terminal Hermes Agent di server
Obrolan Hermes lewat Telegram
Bab 07 lanjutan

Langkah Menghubungkan Hermes ke Telegram

1
Buat bot lewat @BotFather

Buka Telegram, chat @BotFather, kirim /newbot, ikuti instruksi nama & username bot.

2
Simpan Bot Token

BotFather membalas dengan token unik — ini kunci penghubung antara Telegram dan Hermes.

3
Cari Telegram User ID

Chat @userinfobot untuk mendapat ID numerik akun kita — dipakai supaya hanya kita yang bisa akses bot.

4
Approve pairing di dashboard

Kirim pesan pertama ke bot → muncul permintaan pairing di admin dashboard → klik approve.

Environment Variable Telegram

TELEGRAM_BOT_TOKEN=token_dari_botfather TELEGRAM_ALLOWED_USERS=id_telegram_kita

Tanpa TELEGRAM_ALLOWED_USERS, kebijakan default adalah pairing: user tak dikenal akan minta kode approval ke pemilik dashboard.
Selesai? Kirim /start atau sapaan biasa ke bot — Hermes akan membalas dalam hitungan detik kalau gateway sudah aktif.
08
Bab 08

Prompt, Skill, Cron, Delegate, dan Kanban

Hermes menunggu perintah kita dan akan menjalankannya sampai misinya selesai. Ada lima cara memberi kerja ke Hermes — dari perintah sekali jalan, dijadikan skill yang bisa dipanggil ulang, dijadwalkan otomatis, didelegasikan ke agent anak, sampai dikoordinasikan lewat papan kerja permanen.

Ilustrasi Bab 08
Bab 08 lanjutan

Prompt Biasa & Cron — Perintah Cepat ke Hermes

Cara paling sederhana memberi kerja ke Hermes: tinggal minta lewat chat biasa. Untuk tugas yang perlu berulang di waktu tertentu, tinggal tambahkan jadwalnya.

Prompt Biasa
"Buka web X dan ringkas isinya"
"Buka email saya dan cari email terpenting sepekan terakhir"
"Buatkan list konten marketing untuk daftar judul buku ini (cek info bukunya di web X) dan simpan di Google Drive saya (perlu koneksi Google)"

Cron — Penjadwalan Tugas

Hermes bisa disuruh mengerjakan tugas yang sama berulang kali di waktu tertentu, tanpa harus kita minta ulang setiap saat.

"Kerjakan A setiap jam 08:00 pagi setiap hari"
Cocok untuk

Rekap harian, cek email pagi, broadcast rutin, atau tugas apa pun yang punya pola waktu tetap.

Bab 08 lanjutan

Skill Hermes — Ubah Perintah Jadi Reusable

Untuk perintah khusus yang sudah kita susun, kita bisa jadikan skill agar mudah dipanggil ulang kapan saja — bahkan skill ini bisa berkembang jadi sangat besar dan kompleks.

1
Cukup bilang ke Hermes

Sampaikan saja perintah beserta spesifikasinya — Hermes yang menyusun skill-nya.

2
Bisa sangat besar

Skill accounting misalnya bisa mencatat keuangan sekaligus membuat laporan keuangan otomatis.

3
Dipanggil ulang kapan saja

Sekali dibuat, skill tinggal dipanggil namanya tanpa perlu jelaskan detail dari awal lagi.

Contoh Perintah Membuat Skill
  1. Skill Accounting — "Buatkan skill accounting dengan spesifikasi seperti ini: ... (sebutkan spesifikasi yang diinginkan, bisa tanyakan Claude.ai spesifikasi apa yang penting untuk accounting)"
  2. Skill Monitoring Email — "Buat skill monitoring email: cek email penting, cek janjian pertemuan (meeting), kirim email ke internal, ..."
  3. Skill Broadcast Telegram — "Buat skill broadcast Telegram ke tim internal dengan list nama & nomor yang akan saya berikan, simpan sebagai database (nama, email, jabatan, divisi) — boleh dalam .sqlite agar ke depan lebih mudah"
Skill tersimpan permanen dan bisa terus disempurnakan — makin sering dipakai, makin matang.
Bab 08 lanjutan

Delegate Task — Spawn Agent Anak Sementara

delegate_task adalah tool yang dipanggil agent utama untuk membuat agent anak sementara, memberinya satu tugas spesifik, menunggu hasilnya, lalu agent anak itu "menghilang".

Contoh Pemanggilan delegate_task

delegate_task( goal="Debug kenapa test gagal", context="Error: assertion di test_foo.py baris 42", toolsets=["terminal", "file"] )

Agent anak dapat percakapan kosong — sama sekali tidak tahu isi chat sebelumnya. Parent wajib memberi semua info lewat goal & context.
1
Blocking

Parent menunggu sampai anak selesai, baru lanjut.

2
Sekali pakai

Tidak ada retry/resume otomatis — kalau gagal, harus dipanggil ulang.

3
Tidak persisten

Begitu parent selesai atau context habis, jejaknya hilang — beda dengan Kanban yang tersimpan permanen.

4
Bisa paralel

Bisa kirim banyak task sekaligus (default maksimal 3 bersamaan).

Analoginya: delegate_task = suruh orang lain kerjakan sesuatu, lalu tunggu di depan pintu sampai dia keluar bawa hasilnya. Cocok untuk kerjaan cepat, mandiri, sekali jalan — riset singkat, debug satu error, cek satu hal.
Bab 08 lanjutan

Kanban — Task Board Permanen di Hermes

Kanban adalah task board durable berbasis SQLite (~/.hermes/kanban.db) yang dishare lintas profile Hermes — dipakai untuk koordinasi banyak agent bernama yang kerja bareng, tanpa perlu subagent swarm yang rapuh di dalam satu proses.

🗂️Board

1 antrean kerja terpisah (bisa banyak board, 1 per proyek); default cuma ada board bernama "default".

📋Task

Baris dengan title, body, assignee (nama profile), dan status: triage → todo → ready → running → blocked → done → archived.

🔗Link

Hubungan parent → child; task anak otomatis "ready" kalau semua parent-nya "done".

💬Comment

Protokol komunikasi antar-agent — jadi context tiap kali worker di-spawn ulang.

🗃️Workspace

Direktori kerja worker: scratch (sementara, terhapus saat selesai), dir:<path> (folder tetap), atau worktree (git worktree untuk coding task).

⏱️Dispatcher

Loop yang jalan tiap 60 detik (default) di dalam gateway: reclaim task macet, promote task siap, spawn worker.

🏷️Tenant

Namespace opsional dalam satu board — misalnya satu spesialis melayani banyak klien sekaligus.

Bab 08 lanjutan

Kanban vs Delegate Task, dan Cara Pakainya

delegate_taskKanban
BentukRPC (fork→join), nunggu hasilMessage queue + state machine
Identitas childAnonimProfile bernama, punya memori sendiri
Kalau gagalSelesai = selesaiBisa block → unblock → retry
Human-in-loopTidak bisaBisa comment/unblock kapan saja
Audit trailHilang saat context compressionPermanen di SQLite
Kanban — Sisi Manusia (CLI)

hermes kanban init hermes gateway start hermes kanban create "riset X" --assignee researcher hermes kanban watch hermes kanban list / stats

Sisi agent pakai tool, bukan CLI: kanban_show() untuk baca task, kanban_heartbeat() tiap beberapa menit selama bekerja, lalu kanban_complete() atau kanban_block() saat selesai/macet.
Cocok dipakai untuk: riset paralel + analis + penulis, laporan/ops terjadwal yang menumpuk jadi jurnal, "digital twin" (asisten bernama yang persisten & punya memori jangka panjang), pipeline engineering (decompose → implement paralel → review → PR), sampai kerja skala banyak (1 spesialis menangani puluhan akun/servis).
Bab 08 lanjutan

Command Hermes via Telegram

Command Hermes bisa dipanggil langsung di Telegram — sama seperti di terminal, cukup ketik / diikuti nama command di chat bot-nya.

Contoh Pemanggilan

/status /new /help skills

  • Muncul autocomplete — Telegram baca daftar command dari registry yang sama dengan CLI, jadi menu otomatis muncul begitu ketik /.
  • Command sama persis dengan CLI — tidak ada versi khusus Telegram, semuanya dari COMMAND_REGISTRY yang sama.
  • Skill otomatis jadi slash command — install skill misal k8s, otomatis bisa dipanggil /k8s ... juga di Telegram.
  • Ada sistem akses admin vs user — kalau admin setup allow_admin_from, user biasa cuma bisa akses command yang di-whitelist di user_allowed_commands (default minimal: /help & /whoami selalu boleh).
  • Beda platform, sedikit beda sintaks — di Slack harus /hermes heartbeat ... (prefix /hermes dulu), tapi di Telegram langsung /heartbeat ....
Autocomplete command Hermes di Telegram
Bab 08 lanjutan

Daftar Command Hermes — Paling Sering Dipakai

Lima belas command yang paling sering dipakai, diurut dari yang paling sering dipakai.

#CommandFungsi
1/help [text]Lihat semua command tersedia; /help skills filter khusus skill, /help <kata> filter berdasar kata kunci
2/statusInfo sesi: model, provider, token terpakai, working directory, ringkasan aktivitas terakhir
3/new [nama]Mulai sesi baru (fresh history), bisa langsung dikasih judul
4/stopHentikan semua proses background yang lagi jalan
5/model <nama>Ganti model untuk sesi ini
6/personality <nama>Ganti gaya bicara sementara (technical, teacher, dll)
7/heartbeat every <interval> <prompt>Set instruksi berulang di sesi ini
8/resume [nama] / /sessionsLanjutkan atau lihat daftar sesi sebelumnya
9/whoamiCek scope, tier akses (admin/user), dan command apa saja yang bisa dijalankan
10/goal <text>Kasih standing goal, Hermes lanjut kerja otomatis lintas turn
11/queue <prompt>Antre prompt tanpa interupsi respons yang sedang jalan
12/compressKompres manual konteks percakapan (kalau sesi mulai berat)
13/title <nama>Kasih judul ke sesi aktif
14/kanban ...Interaksi dengan board Kanban (kalau dipakai)
15/egressCek status Docker egress proxy (kalau pakai sandbox Docker)
Daftar command Hermes di Telegram
Mau lebih detail? Tinggal minta Hermes jelaskan salah satu command spesifik, atau bantu setup pemisahan akses admin/user di Telegram.
Bab 08 lanjutan

Pertanyaan Kunci Buat Milih Cepat

Bingung mau pakai yang mana dari lima cara tadi? Jawab lima pertanyaan ini dan langsung ketemu caranya.

PertanyaanJawaban
Butuh jawaban sekali saja, sekarang juga?Prompt biasa
Butuh pantau sesuatu tapi masih mau lanjut ngobrol di thread yang sama?/heartbeat
Butuh kerjaan rutin yang tidak nyambung ke obrolan manapun (laporan pagi, cek server, dll)?hermes cron
Butuh 1 jawaban dari sub-tugas cepat, terus lanjut kerja utama pakai hasil itu?delegate_task
Butuh banyak "orang" (agent) kerja bareng dalam waktu lama, boleh ada campur tangan manusia di tengah jalan?Kanban
Intinya: makin butuh jawaban instan, pakai Prompt biasa. Makin butuh kerja jangka panjang & terkoordinasi lintas waktu, makin condong ke Cron, Delegate, atau Kanban.
09
Bab 09

Live Simulation Hermes Agent

Saatnya melihat langsung Hermes Agent bekerja — menerima perintah lewat Telegram, memutuskan aksi, dan menyelesaikan tugas secara nyata di depan kita.

Ilustrasi Bab 09
Bab 09 lanjutan

Yang Akan Kita Coba Bersama

Simulasi langsung memakai bot Telegram yang sudah dikonfigurasi di bab sebelumnya.

1
Perintah sederhana

Sapaan & pertanyaan dasar untuk memastikan bot merespons dengan benar.

2
Tugas multi-langkah

Minta Hermes mencari info, meringkas, lalu mengirim hasilnya sebagai laporan.

3
Tugas terkait bisnis

Contoh use case dari Bab 05 dipraktikkan langsung — audiens bisa usul kasus nyata.

Sebelum Mulai

Pastikan koneksi internet stabil, bot Telegram sudah di-pairing, dan dashboard admin terbuka untuk memantau log secara langsung.

Ajak Berdiskusi

Silakan usulkan tugas nyata dari pekerjaan sehari-hari untuk dicoba langsung di sesi ini.

Bab 09 lanjutan

Persiapan: Koneksi Google & Cara Hermes Buka Web

Beberapa skenario simulasi butuh Hermes terhubung ke akun Google kita dulu — sisanya cukup pakai kemampuan browsing bawaan.

Butuh Koneksi Google
✉️
Gmail

Supaya Hermes bisa cek & membaca email penting kita.

📁
Google Drive

Supaya hasil kerja (draft posting, laporan, dll) bisa langsung ditulis & disimpan.

📅
Google Calendar

Supaya Hermes bisa cek, menyimpan, meng-acc, sampai mengingatkan jadwal meeting.

Buka Berbagai Web

Untuk browsing web (riset, cek landing page, dll), Hermes bisa pakai dua cara:

Bawaan Hermes

Browser default yang sudah menyatu di Hermes Agent — cukup dipakai untuk simulasi hari ini.

Tavily

Search engine khusus AI Agent, lebih akurat & rapi untuk riset — opsional, tidak harus dipasang di percobaan pertama.

Catatan: koneksi Google cukup dilakukan sekali (login & izinkan akses) — setelah itu Hermes bisa dipakai berulang untuk skenario apa pun yang butuh Gmail, Drive, atau Calendar.
Bab 09 lanjutan

Otomasi Konten di Dapetide.com — Alternatif Simulasi Upload

Dibanding simulasi upload ke Facebook yang butuh tahapan lebih panjang, kita pakai Dapetide.com sebagai contoh — API key & skill-nya sudah disiapkan langsung dari dashboard Dapetide.

1
Login ke Dapetide

Masuk ke dashboard akun Dapetide yang sudah kita punya.

2
Ambil API Key

Salin API key dari dashboard Dapetide untuk dihubungkan ke Hermes.

3
Pasang Skill yang Sudah Disiapkan

Dashboard Dapetide sudah menyediakan skill siap pakai — tinggal aktifkan di Hermes.

Kenapa Dapetide, Bukan Facebook Dulu?

Upload langsung ke Facebook butuh lebih banyak tahapan izin & API. Dapetide.com jadi contoh yang lebih cepat untuk demo otomasi pembuatan konten — dari draft sampai publish, dalam satu alur simulasi.

Bab 09 lanjutan

Skenario yang Akan Kita Coba Bersama

Beberapa perintah nyata yang akan langsung dipraktikkan ke Hermes lewat Telegram pada sesi live simulation.

"Cek email-email penting saya"
"Buatkan posting [topik] dan simpan di Google Drive"
"Simpan dan acc permintaan meeting ini ke Calendar"
"Ingatkan saya jadwal meeting yang ada di Calendar"
"Riset judul-judul buku dan ide konten yang cocok untuk Gen Z — buka landing web Al-Qowam dulu untuk referensinya"
Urutannya fleksibel: lima skenario ini bisa dicoba satu-satu sesuai waktu yang tersedia, dan audiens boleh usul variasi perintah dari kasus nyata masing-masing.
10
Bab 10

Ending — Delegasikan, Lalu Integrasikan

Kita telah mempelajari agentic AI Hermes yang berjalan 24 jam x 7 hari untuk membantu mengerjakan rutinitas kita. Tinggal kita pikirkan: apa saja yang bisa kita delegasikan?

Ilustrasi Bab 10
Bab 10 lanjutan

Sesi Berikutnya: Kristalkan Integrasi AI ke Bisnis Kita

Di sesi berikutnya (hari berikutnya), kita akan kristalkan apa saja yang dapat kita integrasikan antara berbagai teknologi AI — chatbot, agentic AI, dan lainnya — ke tugas kita, terkhusus ke bisnis kita.

Yang Akan Kita Petakan

Kita petakan teknologi AI mana yang paling cocok diintegrasikan ke proses kerja kita, agar bisnis kita makin maju dan terdepan dari sebelumnya.

Terima kasih sudah mengikuti sesi ini sampai akhir.
Ringkasan

Cheat Sheet — OpenClaw & Hermes

Rangkuman singkat dari 10 bab yang sudah dibahas.

Yang Perlu Diingat

  • AI Agent — tool AI yang terus berjalan & menuntaskan perintah sampai selesai
  • OpenClaw — kuat di ekosistem skill (ClawHub) & banyak channel
  • Hermes — kuat di memori & belajar dari kebiasaan kita
  • Bisa dipasang di VPS (kendali penuh) atau Apps Jadi (praktis)
  • Skill & Kanban — cara mengubah perintah jadi reusable dan mengoordinasikan banyak agent secara permanen

Langkah Praktis

  • Pilih cara instalasi (VPS / Apps Jadi)
  • Konfigurasi provider AI di dashboard
  • Hubungkan ke Telegram lewat @BotFather
  • Approve pairing, lalu mulai coba use case sendiri
  • Kembangkan jadi skill/cron/kanban begitu polanya berulang
Penutup Sampai Jumpa

Terima Kasih 🙏

Silakan dicoba sendiri OpenClaw atau Hermes untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis. Kalau ada pertanyaan, kendala instalasi, atau ide use case baru, jangan ragu untuk berdiskusi lewat channel yang sudah disediakan.

Sampai jumpa di sesi berikutnya!