Agentic AI, OpenClaw, Hermes,
dan yang Mereka Bisa Lakukan di Bisnis Kita
Fundamental Autonomous AI Agent dan bedah tugas apa saja yang bisa diterapkan untuk jadi asisten pribadi kita atau bisnis kita.
Sepuluh Bagian, Dari Konsep Sampai Rencana Lanjutan
Dimulai dari memahami apa itu AI Agent, mengenal OpenClaw & Hermes, tahu di mana mereka bisa "hidup", cara instalasi, ragam use case, konfigurasi, koneksi ke Telegram, cara memberi kerja lewat prompt/skill/cron/delegate/kanban, sampai simulasi langsung.
AI Agent: Apa, Kenapa, dan Kapan Digunakan
Sebelum masuk ke OpenClaw dan Hermes, kita samakan dulu pemahaman soal apa sebenarnya "AI Agent" itu — supaya jelas kenapa alat ini berbeda dari sekadar chatbot, dan kapan sebaiknya dipakai.
Definisi AI Agent
AI Agent adalah tool / aplikasi AI yang terus berjalan — bukan cuma menunggu satu pertanyaan lalu selesai. Kita beri perintah, dan ia sendiri yang memutuskan aksi-aksi apa saja yang perlu dilakukan, dengan satu tujuan: mengerjakan perintah kita sampai selesai.
Tidak seperti chatbot yang selesai begitu dijawab, AI Agent tetap "hidup" di latar belakang menunggu tugas berikutnya.
Ia merencanakan langkah — cari info, buka file, kirim pesan, jalankan perintah — tanpa perlu dituntun satu-satu.
Fokusnya menuntaskan perintah kita sampai hasil akhir tercapai, bukan cuma memberi satu balasan teks.
Bedanya dengan Chatbot Biasa
Untuk tugas berulang, tugas yang butuh beberapa langkah, atau tugas yang perlu dipantau terus-menerus — bukan untuk pertanyaan sekali jawab.
OpenClaw dan Hermes, Apa Bedanya dan Fitur Utama Keduanya?
Tiga nama yang sering muncul berdampingan di dunia AI Agent pribadi: Hermes Agent, OpenClaw, dan Paperclip. Sekilas terasa mirip, tapi peran ketiganya di balik layar sebenarnya berbeda — bukan cuma soal instalasi dan tampilan.
Persamaan Dulu, Baru Bedanya
Ketiganya bisa di-self-host di VPS milik sendiri, tanpa biaya lisensi.
Bisa dipasangkan dengan model bahasa (LLM) apa pun supaya jadi AI agent yang benar-benar bekerja — tool-use, otomasi.
Kontrol penuh atas biaya dan data karena dijalankan di server milik kita sendiri.
| Hermes Agent | OpenClaw | Paperclip | |
|---|---|---|---|
| Peran | Single-agent runtime (worker) | Gateway personal assistant | Orchestrator multi-agent |
| Fokus | Proses server-side, ringan, scriptable | Terhubung ke banyak channel chat (WA, Telegram, Slack, dll) | Mengatur beberapa agent yang saling delegasi tugas |
| Bentuk | Headless daemon / CLI / HTTP API (port 8642) | Node.js gateway (npm/pnpm/bun) | Layer di atas — memanggil Hermes Agent sebagai "pekerja" |
| Kebutuhan resource | Ringan (4GB RAM cukup buat model kecil) | Lebih berat (disarankan 8GB+) | Tergantung jumlah agent yang dijalankan |
| Model | Model-agnostic (Hermes 3/4, OpenRouter, dll) | Bebas pilih (Claude, OpenAI, model lokal) | Biasanya kombinasi model besar (planner) + kecil (worker) |
Kapan Pakai yang Mana
Hermes Agent
Kalau cuma butuh satu bot/agent simpel yang jalan di VPS lewat SSH atau API — tidak butuh UI chat.
OpenClaw
Kalau butuh asisten personal yang bisa diakses dari WhatsApp, Telegram, Slack, dan channel lain sekaligus.
Paperclip
Kalau butuh banyak agent kerja bareng (tim AI), dengan Hermes Agent sebagai salah satu worker-nya.
Ruang Hidup OpenClaw / Hermes AI Agent
Karena sifatnya "terus berjalan", AI Agent butuh tempat tinggal yang juga terus menyala — dan pintu masuk supaya kita bisa mengajaknya bicara kapan saja.
Di Mana Agent Ini "Hidup", dan Lewat Apa Kita Mengaksesnya
Ada dua hal yang perlu dibedakan: tempat agent berjalan (server), dan pintu masuk untuk kita mengobrol dengannya (channel).
Tempat Agent Berjalan
- VPS / cloud server (paling umum, jalan 24/7)
- Layanan managed seperti Railway (sekali klik deploy)
- Laptop / HP pribadi lewat Docker atau Termux (untuk coba-coba)
Channel Komunikasi
- Telegram — paling cepat disiapkan
- WhatsApp, Discord, Slack, Email
- Dashboard web untuk konfigurasi & pantau log
Install Hermes di VPS vs Apps Jadi, Pilih Mana?
Ada dua jalan utama untuk mulai memakai Hermes Agent: pasang sendiri di VPS, atau pakai Hermes Pods lewat Sumopod.com (container service sekali-aktifkan). Masing-masing punya trade-off yang beda.
Dua Cara Instalasi
Hermes Agent gratis & open-source — tidak ada biaya lisensi. Bedanya hanya di jalur untuk mulai memakainya.
Install di VPS
Mulai dari Rp60.000/bulan.
Setup manual lewat terminal/SSH di server sendiri.
Provider AI, channel, dan pengaturan dasar lewat dashboard admin.
Apps Jadi — Sumopod.com Hermes Container
Cocok buat coba pertama kali.
Tidak perlu instalasi — tinggal nyalakan lewat Sumopod.com > Apps > Hermes.
Provider AI, channel, dan pengaturan dasar tetap dilakukan seperti di VPS.
Perbandingan Biaya: VPS vs Hermes Pods
Sumopod Container Service (Hermes Pods) dirancang supaya lebih murah dan cepat untuk mulai, sementara VPS tetap jadi pilihan untuk penggunaan yang lebih serius.
| Aspek | VPS (Self-Host) | Hermes Pods (Sumopod Container Service) |
|---|---|---|
| Biaya | Lebih mahal, mulai dari Rp60.000/bulan | Lebih murah, mulai dari Rp10.000/bulan |
| Storage | Dedicated — sesuai spesifikasi VPS yang dibeli | Shared — kapasitas tidak tetap (tergantung jumlah pengguna), tapi untuk sementara bisa sangat besar |
| Biaya AI | Sama di kedua jalur — tetap ditambah biaya pemakaian AI/API model yang dipakai | |
| Kebebasan konfigurasi | Lebih bebas — cocok untuk yang sudah terbiasa dengan VPS | Masih bebas, tapi tak sebebas VPS — perlu setting tambahan (umumnya tidak diperlukan untuk kebanyakan pengguna Hermes) |
| Paling cocok untuk | Penggunaan serius, server bisnis yang butuh pengembangan berkelanjutan | Percobaan pertama Hermes Agent AI, baik untuk personal maupun bisnis |
Berbagai User Cases Menarik Agentic AI
Dari asisten pribadi sehari-hari sampai operasional bisnis — berikut beberapa contoh tugas nyata yang sudah banyak dijalankan lewat Agentic AI seperti OpenClaw & Hermes.
Use Case Marketing & Operasional Bisnis
Beberapa contoh tugas marketing dan operasional yang bisa langsung diserahkan ke Agentic AI — dijalankan terus-menerus, bukan sekali kerja lalu selesai.
Susun content calendar mingguan/bulanan — tema, format, dan jadwal tayang untuk tiap channel.
Auto-posting terjadwal ke Facebook, Instagram, dapetide.com, dan channel lain sesuai kalender konten.
Pantau tren produk & permintaan pasar secara berkelanjutan — bukan riset sekali lalu berhenti.
Kumpulkan & rangkum strategi konten kompetitor secara berkala, tanpa perlu dicek manual satu-satu.
Rangkum progres & kinerja tim, lalu kirim hasilnya sebagai laporan tiap minggu.
Identifikasi masalah-masalah yang berulang di bisnis kita, kumpulkan koleksi solusinya tiap minggu.
Ringkas pemasukan, pengeluaran, dan arus kas jadi laporan mingguan yang mudah dibaca.
Pantau review/DM di berbagai platform, balas otomatis untuk pertanyaan umum, eskalasi yang sensitif ke tim.
Instalasi, Aktivasi, dan Konfigurasi Hermes Agent
Kita akan lihat bedanya: tahapan instalasi di VPS vs aktivasi di Hermes Pods Sumopod (lebih mudah dan disarankan untuk percobaan awal). Untuk live simulasi kita nanti, kita akan pakai Hermes Pods dari Sumopod — bisa langsung konfigurasi tanpa install.
Instalasi Hermes di VPS
Siapkan server VPS yang masih kosong (belum ada Hermes Agent).
Gunakan username & password VPS untuk masuk ke server kita.
Buka hermes-agent.nousresearch.com untuk lihat cara install — cukup satu baris perintah di terminal (lihat panel di samping).
Ada beberapa pengaturan supaya Hermes bisa dijalankan via Telegram — dibahas di bab berikutnya.
curl -fsSL https://hermes-agent.nousresearch.com/install.sh | bash
hermes-agent.nousresearch.com. Tahap instalasi ini tidak perlu dilakukan kalau kita berlangganan Hermes Pods di Sumopod — app tinggal diaktifkan.Memilih Model AI yang Akan Dipakai Hermes
Hermes bersifat model-agnostic — bisa disambungkan ke berbagai model AI. Cara memilihnya beda tergantung jalur instalasi yang kita pakai.
Hermes 3/4, model dari OpenRouter, atau provider lain — tinggal sesuaikan kebutuhan & budget.
Model diatur lewat file konfigurasi / environment variable di server — perlu edit manual sebelum Hermes dijalankan.
Jauh lebih praktis — tinggal buka dashboard Hermes, pilih model dari daftar yang tersedia, tanpa perlu edit config manual sama sekali.
Lewat Dashboard Hermes (Sumopod)
Setelah Hermes Pods aktif, masuk ke dashboard-nya → menu pemilihan model sudah tersedia langsung di situ.
Buka dashboard Hermes → pilih model dari dropdown/daftar → simpan → Hermes langsung memakai model tersebut untuk sesi berikutnya.
Konfigurasi Telegram: Channel Pertama Komunikasi dengan Hermes
Lewat Telegram, kita bisa mengobrol dan memberi perintah ke Hermes tanpa harus masuk ke terminal di server atau pods — cukup chat seperti biasa, dan Hermes yang bekerja di baliknya.
Dari Terminal ke Obrolan Telegram Biasa
Semua yang tadinya cuma bisa dilihat & dijalankan lewat terminal server, sekarang cukup diakses lewat chat Telegram — dari HP maupun laptop, kapan saja.
Langkah Menghubungkan Hermes ke Telegram
Buka Telegram, chat @BotFather, kirim /newbot, ikuti instruksi nama & username bot.
BotFather membalas dengan token unik — ini kunci penghubung antara Telegram dan Hermes.
Chat @userinfobot untuk mendapat ID numerik akun kita — dipakai supaya hanya kita yang bisa akses bot.
Kirim pesan pertama ke bot → muncul permintaan pairing di admin dashboard → klik approve.
TELEGRAM_BOT_TOKEN=token_dari_botfather TELEGRAM_ALLOWED_USERS=id_telegram_kita
/start atau sapaan biasa ke bot — Hermes akan membalas dalam hitungan detik kalau gateway sudah aktif.Prompt, Skill, Cron, Delegate, dan Kanban
Hermes menunggu perintah kita dan akan menjalankannya sampai misinya selesai. Ada lima cara memberi kerja ke Hermes — dari perintah sekali jalan, dijadikan skill yang bisa dipanggil ulang, dijadwalkan otomatis, didelegasikan ke agent anak, sampai dikoordinasikan lewat papan kerja permanen.
Prompt Biasa & Cron — Perintah Cepat ke Hermes
Cara paling sederhana memberi kerja ke Hermes: tinggal minta lewat chat biasa. Untuk tugas yang perlu berulang di waktu tertentu, tinggal tambahkan jadwalnya.
Cron — Penjadwalan Tugas
Hermes bisa disuruh mengerjakan tugas yang sama berulang kali di waktu tertentu, tanpa harus kita minta ulang setiap saat.
Rekap harian, cek email pagi, broadcast rutin, atau tugas apa pun yang punya pola waktu tetap.
Skill Hermes — Ubah Perintah Jadi Reusable
Untuk perintah khusus yang sudah kita susun, kita bisa jadikan skill agar mudah dipanggil ulang kapan saja — bahkan skill ini bisa berkembang jadi sangat besar dan kompleks.
Sampaikan saja perintah beserta spesifikasinya — Hermes yang menyusun skill-nya.
Skill accounting misalnya bisa mencatat keuangan sekaligus membuat laporan keuangan otomatis.
Sekali dibuat, skill tinggal dipanggil namanya tanpa perlu jelaskan detail dari awal lagi.
- Skill Accounting — "Buatkan skill accounting dengan spesifikasi seperti ini: ... (sebutkan spesifikasi yang diinginkan, bisa tanyakan Claude.ai spesifikasi apa yang penting untuk accounting)"
- Skill Monitoring Email — "Buat skill monitoring email: cek email penting, cek janjian pertemuan (meeting), kirim email ke internal, ..."
- Skill Broadcast Telegram — "Buat skill broadcast Telegram ke tim internal dengan list nama & nomor yang akan saya berikan, simpan sebagai database (nama, email, jabatan, divisi) — boleh dalam
.sqliteagar ke depan lebih mudah"
Delegate Task — Spawn Agent Anak Sementara
delegate_task adalah tool yang dipanggil agent utama untuk membuat agent anak sementara, memberinya satu tugas spesifik, menunggu hasilnya, lalu agent anak itu "menghilang".
delegate_task( goal="Debug kenapa test gagal", context="Error: assertion di test_foo.py baris 42", toolsets=["terminal", "file"] )
goal & context.Parent menunggu sampai anak selesai, baru lanjut.
Tidak ada retry/resume otomatis — kalau gagal, harus dipanggil ulang.
Begitu parent selesai atau context habis, jejaknya hilang — beda dengan Kanban yang tersimpan permanen.
Bisa kirim banyak task sekaligus (default maksimal 3 bersamaan).
Kanban — Task Board Permanen di Hermes
Kanban adalah task board durable berbasis SQLite (~/.hermes/kanban.db) yang dishare lintas profile Hermes — dipakai untuk koordinasi banyak agent bernama yang kerja bareng, tanpa perlu subagent swarm yang rapuh di dalam satu proses.
1 antrean kerja terpisah (bisa banyak board, 1 per proyek); default cuma ada board bernama "default".
Baris dengan title, body, assignee (nama profile), dan status: triage → todo → ready → running → blocked → done → archived.
Hubungan parent → child; task anak otomatis "ready" kalau semua parent-nya "done".
Protokol komunikasi antar-agent — jadi context tiap kali worker di-spawn ulang.
Direktori kerja worker: scratch (sementara, terhapus saat selesai), dir:<path> (folder tetap), atau worktree (git worktree untuk coding task).
Loop yang jalan tiap 60 detik (default) di dalam gateway: reclaim task macet, promote task siap, spawn worker.
Namespace opsional dalam satu board — misalnya satu spesialis melayani banyak klien sekaligus.
Kanban vs Delegate Task, dan Cara Pakainya
| delegate_task | Kanban | |
|---|---|---|
| Bentuk | RPC (fork→join), nunggu hasil | Message queue + state machine |
| Identitas child | Anonim | Profile bernama, punya memori sendiri |
| Kalau gagal | Selesai = selesai | Bisa block → unblock → retry |
| Human-in-loop | Tidak bisa | Bisa comment/unblock kapan saja |
| Audit trail | Hilang saat context compression | Permanen di SQLite |
hermes kanban init hermes gateway start hermes kanban create "riset X" --assignee researcher hermes kanban watch hermes kanban list / stats
kanban_show() untuk baca task, kanban_heartbeat() tiap beberapa menit selama bekerja, lalu kanban_complete() atau kanban_block() saat selesai/macet.Command Hermes via Telegram
Command Hermes bisa dipanggil langsung di Telegram — sama seperti di terminal, cukup ketik / diikuti nama command di chat bot-nya.
/status /new /help skills
- Muncul autocomplete — Telegram baca daftar command dari registry yang sama dengan CLI, jadi menu otomatis muncul begitu ketik
/. - Command sama persis dengan CLI — tidak ada versi khusus Telegram, semuanya dari
COMMAND_REGISTRYyang sama. - Skill otomatis jadi slash command — install skill misal
k8s, otomatis bisa dipanggil/k8s ...juga di Telegram. - Ada sistem akses admin vs user — kalau admin setup
allow_admin_from, user biasa cuma bisa akses command yang di-whitelist diuser_allowed_commands(default minimal:/help&/whoamiselalu boleh). - Beda platform, sedikit beda sintaks — di Slack harus
/hermes heartbeat ...(prefix/hermesdulu), tapi di Telegram langsung/heartbeat ....
Daftar Command Hermes — Paling Sering Dipakai
Lima belas command yang paling sering dipakai, diurut dari yang paling sering dipakai.
| # | Command | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | /help [text] | Lihat semua command tersedia; /help skills filter khusus skill, /help <kata> filter berdasar kata kunci |
| 2 | /status | Info sesi: model, provider, token terpakai, working directory, ringkasan aktivitas terakhir |
| 3 | /new [nama] | Mulai sesi baru (fresh history), bisa langsung dikasih judul |
| 4 | /stop | Hentikan semua proses background yang lagi jalan |
| 5 | /model <nama> | Ganti model untuk sesi ini |
| 6 | /personality <nama> | Ganti gaya bicara sementara (technical, teacher, dll) |
| 7 | /heartbeat every <interval> <prompt> | Set instruksi berulang di sesi ini |
| 8 | /resume [nama] / /sessions | Lanjutkan atau lihat daftar sesi sebelumnya |
| 9 | /whoami | Cek scope, tier akses (admin/user), dan command apa saja yang bisa dijalankan |
| 10 | /goal <text> | Kasih standing goal, Hermes lanjut kerja otomatis lintas turn |
| 11 | /queue <prompt> | Antre prompt tanpa interupsi respons yang sedang jalan |
| 12 | /compress | Kompres manual konteks percakapan (kalau sesi mulai berat) |
| 13 | /title <nama> | Kasih judul ke sesi aktif |
| 14 | /kanban ... | Interaksi dengan board Kanban (kalau dipakai) |
| 15 | /egress | Cek status Docker egress proxy (kalau pakai sandbox Docker) |
Pertanyaan Kunci Buat Milih Cepat
Bingung mau pakai yang mana dari lima cara tadi? Jawab lima pertanyaan ini dan langsung ketemu caranya.
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Butuh jawaban sekali saja, sekarang juga? | Prompt biasa |
| Butuh pantau sesuatu tapi masih mau lanjut ngobrol di thread yang sama? | /heartbeat |
| Butuh kerjaan rutin yang tidak nyambung ke obrolan manapun (laporan pagi, cek server, dll)? | hermes cron |
| Butuh 1 jawaban dari sub-tugas cepat, terus lanjut kerja utama pakai hasil itu? | delegate_task |
| Butuh banyak "orang" (agent) kerja bareng dalam waktu lama, boleh ada campur tangan manusia di tengah jalan? | Kanban |
Live Simulation Hermes Agent
Saatnya melihat langsung Hermes Agent bekerja — menerima perintah lewat Telegram, memutuskan aksi, dan menyelesaikan tugas secara nyata di depan kita.
Yang Akan Kita Coba Bersama
Simulasi langsung memakai bot Telegram yang sudah dikonfigurasi di bab sebelumnya.
Sapaan & pertanyaan dasar untuk memastikan bot merespons dengan benar.
Minta Hermes mencari info, meringkas, lalu mengirim hasilnya sebagai laporan.
Contoh use case dari Bab 05 dipraktikkan langsung — audiens bisa usul kasus nyata.
Sebelum Mulai
Pastikan koneksi internet stabil, bot Telegram sudah di-pairing, dan dashboard admin terbuka untuk memantau log secara langsung.
Silakan usulkan tugas nyata dari pekerjaan sehari-hari untuk dicoba langsung di sesi ini.
Persiapan: Koneksi Google & Cara Hermes Buka Web
Beberapa skenario simulasi butuh Hermes terhubung ke akun Google kita dulu — sisanya cukup pakai kemampuan browsing bawaan.
Supaya Hermes bisa cek & membaca email penting kita.
Supaya hasil kerja (draft posting, laporan, dll) bisa langsung ditulis & disimpan.
Supaya Hermes bisa cek, menyimpan, meng-acc, sampai mengingatkan jadwal meeting.
Buka Berbagai Web
Untuk browsing web (riset, cek landing page, dll), Hermes bisa pakai dua cara:
Browser default yang sudah menyatu di Hermes Agent — cukup dipakai untuk simulasi hari ini.
Search engine khusus AI Agent, lebih akurat & rapi untuk riset — opsional, tidak harus dipasang di percobaan pertama.
Otomasi Konten di Dapetide.com — Alternatif Simulasi Upload
Dibanding simulasi upload ke Facebook yang butuh tahapan lebih panjang, kita pakai Dapetide.com sebagai contoh — API key & skill-nya sudah disiapkan langsung dari dashboard Dapetide.
Masuk ke dashboard akun Dapetide yang sudah kita punya.
Salin API key dari dashboard Dapetide untuk dihubungkan ke Hermes.
Dashboard Dapetide sudah menyediakan skill siap pakai — tinggal aktifkan di Hermes.
Kenapa Dapetide, Bukan Facebook Dulu?
Upload langsung ke Facebook butuh lebih banyak tahapan izin & API. Dapetide.com jadi contoh yang lebih cepat untuk demo otomasi pembuatan konten — dari draft sampai publish, dalam satu alur simulasi.
Skenario yang Akan Kita Coba Bersama
Beberapa perintah nyata yang akan langsung dipraktikkan ke Hermes lewat Telegram pada sesi live simulation.
Ending — Delegasikan, Lalu Integrasikan
Kita telah mempelajari agentic AI Hermes yang berjalan 24 jam x 7 hari untuk membantu mengerjakan rutinitas kita. Tinggal kita pikirkan: apa saja yang bisa kita delegasikan?
Sesi Berikutnya: Kristalkan Integrasi AI ke Bisnis Kita
Di sesi berikutnya (hari berikutnya), kita akan kristalkan apa saja yang dapat kita integrasikan antara berbagai teknologi AI — chatbot, agentic AI, dan lainnya — ke tugas kita, terkhusus ke bisnis kita.
Yang Akan Kita Petakan
Kita petakan teknologi AI mana yang paling cocok diintegrasikan ke proses kerja kita, agar bisnis kita makin maju dan terdepan dari sebelumnya.
Cheat Sheet — OpenClaw & Hermes
Rangkuman singkat dari 10 bab yang sudah dibahas.
Yang Perlu Diingat
- AI Agent — tool AI yang terus berjalan & menuntaskan perintah sampai selesai
- OpenClaw — kuat di ekosistem skill (ClawHub) & banyak channel
- Hermes — kuat di memori & belajar dari kebiasaan kita
- Bisa dipasang di VPS (kendali penuh) atau Apps Jadi (praktis)
- Skill & Kanban — cara mengubah perintah jadi reusable dan mengoordinasikan banyak agent secara permanen
Langkah Praktis
- Pilih cara instalasi (VPS / Apps Jadi)
- Konfigurasi provider AI di dashboard
- Hubungkan ke Telegram lewat @BotFather
- Approve pairing, lalu mulai coba use case sendiri
- Kembangkan jadi skill/cron/kanban begitu polanya berulang
Terima Kasih 🙏
Silakan dicoba sendiri OpenClaw atau Hermes untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis. Kalau ada pertanyaan, kendala instalasi, atau ide use case baru, jangan ragu untuk berdiskusi lewat channel yang sudah disediakan.